Berita

Kemenbud Dorong Tempe Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO, Fadli Zon Tekankan Nilai Filosofis dan Ekonomi

Advertisement

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Direktorat Promosi Kebudayaan menggelar acara ‘Tempe Goes to UNESCO’ di halaman Kantor Kemenbud, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pengakuan tempe sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia (Intangible Cultural Heritage) oleh UNESCO, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai budaya, sosial, dan ekologis dari tradisi tempe.

Tempe Sebagai Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa budaya tempe memiliki makna lebih dari sekadar pangan. Ia menyatakan, “Budaya tempe sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait kedaulatan pangan. Tempe adalah bagian dari tradisi pangan lokal, pengetahuan tradisional, dan nilai-nilai filosofis yang sudah mengakar di masyarakat.”

Fadli Zon juga menyoroti peran signifikan tempe dalam perekonomian kerakyatan. Ia menyebutkan, terdapat sekitar 170.000 komunitas pembuat tempe dan lebih dari 1,5 juta perajin di seluruh Indonesia. “Jadi ini bagian juga dari ekonomi budaya, karena budaya itu termasuk di dalam objek pemajuan kebudayaan itu termasuk juga pangan lokal, karena pangan lokal ini ada ekspresi budaya di dalamnya tidak bisa dipisahkan dari cultural expression atau ekspresi budaya,” imbuhnya.

Kampanye Kearifan Lokal dan Pengakuan UNESCO

Kegiatan ‘Tempe Goes to UNESCO’ dirancang sebagai wadah strategis untuk mengkampanyekan kearifan lokal Indonesia. “Ini adalah bagian dari upaya mengangkat pangan lokal sebagai ekspresi budaya. Kegiatan ini adalah langkah sehat untuk mempromosikan dan memperjuangkan agar Budaya Tempe mendapatkan pengakuan UNESCO,” tandas Fadli Zon.

Advertisement

Festival Budaya Tempe yang mengusung tema ‘Tidak Ada yang Tahu Semua Tempe’ ini menyajikan berbagai kegiatan edukasi, ekonomi kreatif, seni budaya, dan olahraga. Acara ini diselenggarakan bertepatan dengan hari bebas kendaraan bermotor di Jakarta, menjadi momentum untuk merayakan khazanah tempe yang mencakup tradisi kuliner, inovasi pangan, serta gaya hidup sehat dan berkelanjutan.

Fun Run Simbol Dukungan Pengusulan Tempe ke UNESCO

Salah satu acara utama dalam festival ini adalah Fun Run Budaya Tempe. Kegiatan ini menjadi simbol dukungan publik terhadap proses pengusulan tempe ke UNESCO. Setiap langkah peserta dimaknai sebagai wujud solidaritas dan kebanggaan kolektif terhadap warisan budaya bangsa, sekaligus ajakan untuk menjadikan tempe sebagai bagian dari gaya hidup sehat, ramah lingkungan, dan relevan bagi generasi mendatang.

Lebih lanjut, kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat umum. Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan budaya tempe, baik sebagai identitas budaya maupun sebagai sistem pengetahuan tradisional yang mampu menjawab tantangan global.

Advertisement