Berita

Prabowo Panggil Kepala Badan Industri Mineral Bahas Hilirisasi Logam Tanah Jarang

Advertisement

Presiden terpilih Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Brian Yuliarto, ke Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (15/1/2025) malam. Pertemuan yang berlangsung kurang dari satu jam itu membahas percepatan hilirisasi industri mineral kritis, khususnya logam tanah jarang (rare earth).

Dorongan Percepatan Teknologi

Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo ingin mendorong penguasaan teknologi untuk mengelola kandungan mineral kritis di Indonesia. “Jadi, Pak Presiden ingin mendorong industri strategis, terutama industri mineral kritis di Indonesia. Tadi saya mendapatkan arahan agar dipercepat,” ujar Brian.

Ia menambahkan, penguasaan teknologi tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. “Teknologi segera dikuasai sehingga kandungan mineral kritis, rare earth salah satunya itu bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

Kolaborasi Teknologi dan Aplikasi

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa, serta perwakilan dari luar negeri. Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang ini akan difokuskan untuk pembuatan mobil nasional, meskipun aplikasinya saat ini masih terbatas.

Presiden Prabowo mendorong Danantara untuk menjajaki kerja sama teknologi dengan pihak luar guna mempercepat realisasi hilirisasi logam tanah jarang. “Mobnas tadi ya, beberapa. Tapi itu kan beberapa aplikasi rare earth juga untuk Mobnas. Jadi tadi Pak CTO, Pak Danantara diundang juga untuk membuat link bagaimana hilirisasi rare earth itu bisa segera diwujudkan kerja sama teknologi dengan luar negeri kalau memang kita belum menguasai,” jelas Brian.

Advertisement

Meskipun demikian, Brian menegaskan bahwa Indonesia tetap menargetkan percepatan teknologi melalui riset dan pendalaman. “Tapi tentu kita ingin riset-riset di perdalaman sesegera mungkin sehingga kita bisa memiliki industri logam tanah jarang ini, hilirisasinya,” katanya.

Pentingnya Neodymium-Praseodymium

Pengembangan ini dinilai krusial mengingat salah satu aplikasi penting pada logam tanah jarang adalah neodymium-praseodymium (NdPr). Bahan ini merupakan komponen utama magnet permanen yang sangat dibutuhkan dalam industri kendaraan listrik.

“Salah satu aplikasinya. Karena di sana ada, misalnya, NDPR yaitu aplikasi untuk permanen magnet yang sangat dibutuhkan untuk kendaraan listrik,” pungkas Brian.

Advertisement