Pamekasan, Jawa Timur – Fenomena tanah bergerak dilaporkan terjadi di Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Jawa Timur. Bencana alam ini berdampak pada dua dusun dan menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat.
Dampak Tanah Bergerak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan menyatakan bencana ini diduga dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Kondisi tanah yang labil memperparah pergerakan tanah, yang kini meluas hingga mempengaruhi dua dusun, yaitu Dusun Barat Gunung dan Dusun Paset Timur.
Di Dusun Barat Gunung, tercatat tiga rumah warga terdampak. Salah satunya adalah rumah milik Moh Ali Hosnan, yang mengalami kerusakan parah pada bagian dapur. Retakan tanah mencapai panjang sekitar 35 meter, lebar 15 meter, dan kedalaman 1,5 meter.
Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Dusun Paset Timur, Desa Sana Daya. Setidaknya 13 rumah warga di dusun ini terdampak tanah bergerak. Secara keseluruhan, 10 rumah warga di kedua dusun tersebut mengalami kerusakan berat, memaksa 13 keluarga untuk mengungsi.
Luas area yang terdampak tanah bergerak ini tercatat mencapai 3.483 meter persegi, menurut data BPBD.
Imbauan dan Peringatan
Warga yang berada di lokasi terdampak telah diimbau untuk segera mengungsi. Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, menyatakan keprihatinan atas kondisi tersebut. “Ini sudah parah. Banyak rumah warga mengalami rusak berat. Masyarakat kami minta segera mengosongkan lokasi tersebut karena, selain muncul retakan tanah, wilayah ini juga sangat rawan longsor jika hujan turun,” ujar Akhmad Dhofir Rosidi, dilansir detikJatim, Sabtu (17/1/2026).
Jalanan desa yang sebelumnya dilaporkan retak kini tertutup total dan tidak dapat dilalui kendaraan. BPBD terus mengimbau warga untuk tetap waspada, menghindari area yang rawan bencana, serta segera melaporkan jika terjadi pergerakan tanah susulan.






