Berita

Banjir Pandeglang Hampir Sepekan, Warga Terpaksa Gunakan Air Keruh Akibat Krisis Air Bersih

Advertisement

Pandeglang – Banjir yang melanda Kecamatan Patia dan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, telah berlangsung hampir sepekan tanpa menunjukkan tanda-tanda surut. Kondisi ini menyebabkan warga menghadapi krisis air bersih yang mendesak.

Warga Khawatir Banjir Makin Meluas

Muiz, salah seorang warga Patia, melaporkan bahwa genangan air di wilayahnya belum juga surut sejak Jumat (16/1/2026). Ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa banjir dapat berlangsung lama mengingat curah hujan yang masih tinggi di kawasan tersebut. “Kalau hujan selama dua hari, khawatir air naik kembali, pasti risi,” ujarnya, menggambarkan potensi banjir susulan akibat cuaca ekstrem.

Krisis Air Bersih dan Dampak Kesehatan

Krisis air bersih menjadi persoalan serius bagi warga terdampak. Sumur-sumur warga yang menjadi sumber utama air minum kini tercampur lumpur, membuatnya tidak layak konsumsi. “Warga mendapatkan pasokan air bersih dari sumur, sekarang air sumur berwarna cokelat nggak bisa digunakan,” kata Muiz. Kondisi ini juga mulai berdampak pada kesehatan warga, dengan laporan adanya kasus penyakit kulit. “Warga juga sudah ada yang mulai gatal-gatal,” imbuhnya.

Advertisement

Sapiah (62), warga lain yang wilayahnya masih tergenang akibat luapan Sungai Cilemer, menyatakan bahwa selain logistik pangan, air bersih merupakan kebutuhan paling mendesak. “Kami nggak punya air bersih, airnya di sumur kotor, jadi keruh,” tuturnya. Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk meringankan beban warga yang terdampak banjir.

“Mudah-mudahan ada yang nyumbang, terutama air bersih,” harap Sapiah, menekankan urgensi pasokan air bersih bagi kelangsungan hidup warga di tengah bencana ini.

Advertisement