Berita

Syafiq Ali Ditemukan Tewas di Gunung Slamet Setelah 17 Hari Hilang, Proses Evakuasi Penuh Haru

Advertisement

MAGELANG – Syafiq Ridhan Ali Razan, seorang pemuda berusia 18 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Gunung Slamet setelah 17 hari dinyatakan hilang. Jenazah Syafiq Ali berhasil dievakuasi dan telah dimakamkan di Magelang. Proses evakuasi jenazah Syafiq Ali diwarnai dengan sejumlah fakta menarik.

1. Rute Evakuasi Dialihkan ke Purbalingga

Unit Siaga SAR (USS) Basarnas Pemalang, Handika, menjelaskan bahwa awalnya jenazah Syafiq Ali direncanakan akan diturunkan melalui basecamp Dipajaya, Pemalang. Namun, rute evakuasi kemudian diubah dan dialihkan ke basecamp Gunung Malang, Purbalingga. Perubahan jalur ini diambil karena dinilai lebih dekat dan posisi regu penolong tidak terlalu jauh dari jalur Gunung Malang.

“Ya, untuk terkini yang tadinya survivor diturunkan melalui jalur Dipajaya, tapi ada perubahan dari teman-teman yang di atas itu kita alihkan ke jalur Gunung Malang,” ujar Handika.

2. Jenazah Dibawa ke RS Purbalingga untuk Visum

Tim relawan gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Syafiq Ali dan tiba di Gunung Malang pada Jumat (16/1/2026) pukul 14.25 WIB. Jenazah kemudian segera dibawa ke RS Purbalingga untuk menjalani pemeriksaan visum. Sejumlah warga turut menyambut kedatangan jenazah Syafiq Ali di Gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.

Kapolsek Pulosari, Iptu Bambang, menyatakan bahwa jenazah korban akan diperiksa oleh tim dari Polres Purbalingga. “Nanti dari pos Gunung Malang diidentifikasi Polres Purbalingga. Kemudian akan dibawa ke Rumah Sakit Gutomo Purbalingga. Intinya yang menangani sesuai dengan TKP-nya nanti Purbalingga,” jelas Bambang.

3. Ayah Syafiq Ali Ikhlaskan Kepergian Putranya

Dani Rusman, ayah Syafiq Ali, menyaksikan momen evakuasi jenazah putranya dari titik penjemputan ambulans dengan penuh ketegaran. Ia mengaku telah mengikhlaskan kepergian sang anak.

Advertisement

“Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena ini semuanya tentunya atas izin Allah dan juga kerja keras dari tim relawan, tim SAR gabungan, dan seluruh pihak, baik dari masyarakat, kedinasan, maupun swasta. Juga dukungan doa dari masyarakat Indonesia hingga mancanegara,” tutur Dani Rusman.

4. Diperkirakan Meninggal 15 Hari Sebelum Ditemukan

Pemeriksaan jenazah Syafiq Ali dilakukan di RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Dokter yang menangani, dr Gunawan, mengungkapkan bahwa kondisi luar jenazah sudah dikerumuni belatung. “Kami tadi melakukan pemeriksaan autopsi luar. Dari hasil pemeriksaan luar itu yang pertama jenis kelamin laki-laki. Kemudian kami lakukan pemeriksaan dari kepala sampai anggota gerak paling bawah, yang pertama kita temukan adalah jenazah ini sudah dikerumuni belatung,” kata dr Gunawan.

Berdasarkan kondisi jenazah dan perkembangan belatung, tim medis memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar dua pekan atau 15 hari sebelum pemeriksaan dilakukan. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka atau jejas pada bagian kepala, leher, dada, hingga perut.

5. Jenazah Syafiq Ali Dimakamkan di Magelang

Jenazah Syafiq Ali tiba di Magelang pada Kamis malam (15/1/2026). Setelah disalatkan di masjid dekat rumah duka, jenazah Syafiq Ali langsung dimakamkan. Ambulans yang membawa peti jenazah memasuki halaman Masjid Baiturrosyidin Perum Depkes Kota Magelang sekitar pukul 20.26 WIB.

Peti jenazah kemudian diangkat oleh personel Basarnas dan relawan untuk dibawa ke masjid. Jenazah disalatkan oleh keluarga dan para pelayat. Pj Sekda Kota Magelang, Larsita, turut hadir di masjid tersebut.

Advertisement