JAKARTA, 17 Januari 2026 – Penutupan pintu keluar (exit) Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, yang sempat viral di media sosial, akhirnya menemui titik terang. Polisi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan penjelasan resmi mengenai duduk perkara di balik penutupan yang sempat dikaitkan dengan aktivitas ‘Pak Ogah’.
Penutupan Resmi, Bukan Aksi ‘Pak Ogah’
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Iptu Aang Kaharudin, menegaskan bahwa rantai dan gembok yang terlihat menutup exit Tol Rawa Buaya bukanlah ulah ‘Pak Ogah’. Menurutnya, penutupan tersebut merupakan kebijakan resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sebagai bagian dari manajemen lalu lintas.
“Jadi, penutupan jalan itu memang dari Dishub, dan Dishub sudah menyatakan bahwa gembok penutupan itu dari Dishub,” kata Aang pada Kamis (15/1/2026). Ia menjelaskan bahwa exit tol tersebut memiliki jadwal buka tutup yang sudah ditetapkan oleh Dishub.
“Info dari Dishub, Dishub itu menutup dari jam 06.00 pagi sampai jam 11 siang. Jam 11 siang dibuka, memang begitu, ada jadwalnya memang,” ujar Aang, membantah narasi bahwa ‘Pak Ogah’ membuka tutup rantai setelah diberi uang.
Enam ‘Pak Ogah’ Diamankan untuk Pembinaan
Meskipun penutupan exit tol bukan dilakukan oleh ‘Pak Ogah’, polisi tetap menindaklanjuti video viral yang beredar. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa tim gabungan telah mengamankan enam orang yang diduga ‘Pak Ogah’ di lokasi pada Rabu (14/1/2026).
“Mengenai video viral terkait dugaan enam orang ‘Pak Ogah’ yang menutup akses keluar tol, pada Rabu, 14 Januari 2026, tim gabungan mendatangi lokasi dan melakukan penangkapan serta pengamanan terhadap enam orang,” kata Budi, Kamis (15/1).
Barang bukti berupa uang tunai dan telepon seluler turut disita. Para terduga ‘Pak Ogah’ tersebut rencananya akan menjalani proses pembinaan lebih lanjut di Polsek Cengkareng.
Dishub DKI Evaluasi Jam Penutupan
Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengonfirmasi bahwa penutupan exit Tol Rawa Buaya dilakukan untuk mengatasi kemacetan parah yang kerap terjadi di Jalan Outer Ring Road pada jam sibuk pagi hari.
“Penutupan pintu keluar Tol Rawa Buaya pada jam sibuk pagi hari karena exit tol tersebut menyebabkan kemacetan parah di Jalan Outer Ring Road,” jelas Syafrin saat dikonfirmasi pada Jumat (16/1/2026).
Ia menambahkan bahwa penutupan yang biasanya berlangsung dari pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB, kini sedang dievaluasi. “Kami akan berkoordinasi dengan Sudishub Jakbar untuk mengubah jam penutupan menjadi pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB,” ungkapnya.
Pantauan di lokasi pada Jumat (16/1/2026) pagi menunjukkan bahwa akses keluar tol sudah terbuka dan kendaraan dapat melintas tanpa hambatan berarti. Meskipun demikian, ‘Pak Ogah’ masih terlihat mengatur kendaraan di sekitar lokasi, dan sebagian pengendara masih memberikan uang receh.
Warga Minta Penertiban Berkelanjutan
Sejumlah warga berharap penertiban di kawasan tersebut tidak hanya bersifat sementara. Ranto (60), salah seorang warga sekitar, menilai keberadaan ‘Pak Ogah’ seringkali justru membuat lalu lintas menjadi tidak tertib.
“Dari pagi sampai sore biasanya nongkrong di sana. Kadang membantu, tapi lebih sering bikin semrawut. Ada juga yang maksa. Kalau kita nggak kasih, dia nggak mau ngasih jalan,” ujar Ranto di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, Jumat (16/1/2026).
Ranto menyarankan agar petugas resmi dari Dishub atau Satpol PP melakukan penjagaan rutin untuk memastikan keamanan dan ketertiban. Ia juga berharap agar penertiban dilakukan secara manusiawi dengan memberikan solusi bagi para ‘Pak Ogah’ agar tidak kembali ke jalan.
“Kalau memang mau aman, seharusnya ada petugas resmi. Dishub atau Satpol PP berjaga rutin, jadi nggak pakai ‘Pak Ogah’ lagi,” katanya.






