Puncak, Bogor – Upaya sepasang kekasih untuk melakukan aborsi di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, berhasil digagalkan oleh jajaran Polsek Cileungsi. Aksi pencegahan ini kembali melibatkan Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, yang menggunakan taktik penyamaran untuk menggagalkan tindak pidana tersebut.
Penyamaran Istri Kapolsek untuk Mengelabui Pelaku
Dalam operasi kali ini, Kompol Edison tidak bertindak sendiri. Ia menggandeng sang istri dan sejumlah polwan untuk berpura-pura menjadi pasien yang hendak memeriksakan diri ke dokter kandungan. Langkah ini diambil setelah rencana awal untuk menyamar sebagai dokter kandungan sempat menimbulkan kecurigaan dari pria berinisial A, yang diduga sebagai perantara.
“Tidak ingin kehilangan waktu, saya bersama istri serta tim operasional Polsek Cileungsi langsung bergerak menuju lokasi sesuai titik yang diterima,” ujar Edison pada Jumat (9/1/2026). Ia menambahkan, “Kemudian, mendatangi salah satu dokter kandungan dan menyamar sebagai pasien.”
Dialog Persuasif Berhasil Mengurungkan Niat Aborsi
Setibanya di lokasi, Edison dan tim mendapati pasangan kekasih tersebut tengah menunggu di ruang tunggu. Meskipun keduanya mengaku telah mengonsumsi obat yang dibeli untuk menggugurkan kandungan, obat tersebut dilaporkan tidak bereaksi.
Melalui pendekatan persuasif, Edison berhasil mengurungkan niat pasangan tersebut. Keduanya kemudian dibawa ke Polsek Cileungsi untuk mediasi lebih lanjut. Pihak laki-laki menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab dan merawat janin hingga lahir.
Informasi Awal dari Polsek Ciputat
Operasi pencegahan aborsi ini berawal dari informasi yang diterima Polsek Cileungsi dari Polsek Ciputat. Pasangan tersebut, yang masih berstatus pacaran, diduga berencana menggugurkan kandungan yang telah berusia sekitar tiga bulan. Sebelumnya, mereka sempat mendatangi seorang dokter di wilayah Cibogo, Cipayung, namun disarankan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan terlebih dahulu.
Diduga, tekanan dari orang tua perempuan menjadi salah satu faktor pendorong keinginan menggugurkan kandungan, karena pihak laki-laki dianggap tidak sanggup bertanggung jawab.
Rekam Jejak Penyamaran Kompol Edison
Ini bukan kali pertama Kompol Edison melakukan penyamaran demi mengungkap kasus. Dalam arsip pemberitaan sebelumnya, Edison tercatat pernah menyamar dalam beberapa kasus:
- Penangkapan Perampok Sadis: Edison pernah menyamar sebagai ‘Pak Haji’ untuk menangkap tersangka perampokan sadis terhadap pasangan lansia di Cileungsi, Bogor, pada September 2025. Ia mendatangi peternakan domba milik tersangka Emed alias Aki di Cianjur.
- Pembongkaran Pengoplosan Gas LPG: Pada April 2025, Edison menyamar sebagai kurir dan petugas kelistrikan untuk mengungkap kasus pengoplosan gas tabung LPG di Cileungsi Kidul, Bogor. Penyamaran ini diperlukan karena pelaku sangat curiga terhadap orang asing.
Edison menjelaskan bahwa penyamaran sangat krusial dalam kasus-kasus tersebut. “Jadi, kenapa kalau kita masuk ke situ harus menyamar, karena kalau kita tidak nyamar, mereka pasti tahu, sehingga kita sulit melakukan tangkap tangan,” ujarnya.
Ia menggambarkan bahwa lokasi pengoplosan gas tersebut sudah seperti ‘kampung narkoba’ di mana banyak penduduk sekitar terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut, menjadikannya sulit ditembus tanpa penyamaran.






