Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan Program Sekolah Rakyat yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Minggu (12/1/2026). Program ini merupakan inisiatif strategis pemerintah yang didukung penuh oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, sebagai wujud komitmen dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak bangsa.
Dukungan Penuh BNI untuk Pendidikan Inklusif
Peluncuran program dihadiri oleh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan kementerian dan lembaga, serta para petinggi BUMN yang terlibat. Direktur Kelembagaan BNI, Eko Setyo Nugroho, turut hadir dalam acara tersebut. BNI berperan aktif dalam menyukseskan Program Sekolah Rakyat dengan menyediakan berbagai layanan keuangan inklusif.
Layanan tersebut meliputi persiapan Agen46 Mini Bank, Bank Sampah, pembukaan rekening siswa Sekolah Rakyat, serta penyediaan Kartu Siswa yang berfungsi sebagai absensi elektronik. Selain itu, BNI juga menyiapkan sistem pengelolaan penyaluran dana dari Kementerian Sosial ke sekolah, payroll guru, transaksi mitra seperti catering dan laundry, serta dashboard monitoring keuangan sekolah yang seluruhnya cashless menggunakan QRIS dan BNIdirect.
“Melalui dukungan tersebut, BNI ingin memastikan kehadiran layanan keuangan yang inklusif sekaligus mendukung pengelolaan administrasi pendidikan yang modern dan transparan di lingkungan Sekolah Rakyat,” ujar Eko Setyo Nugroho dalam keterangan terpisah.
Sekolah Rakyat: Kunci Keadilan Sosial dan Mobilitas Generasi Muda
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat adalah langkah strategis pemerintah untuk memastikan setiap anak bangsa memperoleh hak pendidikan yang layak, tanpa terkendala latar belakang ekonomi maupun wilayah tempat tinggal.
“Terima kasih semuanya. Kita telah mewujudkan upaya ini (Program Sekolah Rakyat) dan saya terus terang saja bahagia, cukup besar hati saya. Saya terharu sebetulnya melihat dampak daripada upaya kita,” ucap Prabowo.
Presiden menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk memotong mata rantai kemiskinan dan menciptakan mobilitas sosial yang berkelanjutan bagi generasi muda Indonesia. “Kita bernegara untuk memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Bukan segelintir rakyat, seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan bernegara,” tegasnya.
Data Sebaran dan Jumlah Penerima Manfaat
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, melaporkan bahwa Program Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik yang tersebar di 34 Provinsi di seluruh Indonesia. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Pulau Jawa: 70 titik
- Sumatera: 35 titik
- Sulawesi: 28 titik
- Kalimantan: 13 titik
- Maluku: 7 titik
- Papua: 6 titik
- Bali dan Nusa Tenggara: 7 titik
Secara keseluruhan, program ini melayani 15.954 siswa dengan dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga pendidik.
“Semua yang kami laporkan adalah bagian dari upaya untuk menindaklanjuti arahan Bapak Presiden karena sekolah rakyat pada dasarnya adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo,” jelas Gus Ipul.
Fasilitas Pendukung di Sekolah Rakyat 9 Banjarbaru
Sekolah Rakyat 9 Banjarbaru, sebagai lokasi pusat peluncuran, dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran yang memadai. Fasilitas tersebut antara lain gedung kantor, aula serbaguna, gedung pendidikan, GOR, musholla, amphitheater, serta ruang makan.
Keterlibatan aktif BNI dalam Program Sekolah Rakyat menegaskan perannya dalam mendukung sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia unggul demi masa depan bangsa yang berkelanjutan.
Simak juga Video ‘Tambah Tahu: Serba-serbi Sekolah Rakyat yang Diluncurkan 12 Januari 2026’






