Berita

Roy Suryo Enggan Bertemu Jokowi, Singgung Pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Lubis

Advertisement

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menyatakan tidak akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu. Ia juga menyinggung pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi di Solo.

Roy Suryo Tegaskan Tak Akan Bertemu Jokowi

“Nggak, nggak, nggak (akan bertemu Jokowi),” ujar Roy Suryo di Polda Metro Jaya, Kamis (15/1/2026). Roy Suryo mengaku telah berkomunikasi dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, yang merupakan tersangka dalam kasus yang sama.

Ia menyatakan bahwa kedua rekannya tersebut tidak meminta maaf dalam pertemuan dengan Jokowi. “Orang yang bersangkutan sudah menyatakan nggak ada minta maaf minta maaf itu. Nah jadi makannya kita tunggu saja, nggak ada minta maaf minta maaf. Ini (foto pertemuan) palsu ya, nggak ada,” tegasnya.

Roy Suryo menambahkan bahwa pernyataan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis akan menimbulkan pertanyaan dan kebingungan di masyarakat. Ia juga mengaku telah mendapatkan informasi mengenai permintaan restorative justice dari Jokowi kepada Polda Metro Jaya untuk Eggi dan Damai.

“Iya, katanya sudah (mengajukan restorative justice) dua minggu yang lalu,” tuturnya.

Jokowi Benarkan Pertemuan dengan Eggi dan Damai

Presiden Joko Widodo membenarkan pertemuannya dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, pada Kamis (8/1/2026). Jokowi menyatakan bahwa kedua tersangka kasus dugaan ijazah palsu itu datang untuk bersilaturahmi.

Advertisement

“Telah hadir bersilahturahmi, bapak prof Eggi Sudjana, dan bapak Damai Hari Lubis, ke rumah saya. Benar beliau hadir didampingi oleh pengacara Bu Elida Netty, itu adalah kehadiran untuk silaturahmi. Saya sangat menghargai, dan saya sangat menghargai silaturahmi beliau berdua,” kata Jokowi saat ditemui awak media di kediamannya, Rabu (14/1/2026).

Jokowi Harapkan Restorative Justice

Jokowi menuturkan tidak menutup kemungkinan adanya perdamaian melalui restorative justice terkait kasus yang menjerat Eggi dan Damai.

“Yang kedua, dari pertemuan silaturahmi itu semoga bisa dijadikan pertimbangan bagi Polda Metro Jaya, dan bagi penyidik untuk kemungkinan restorative justice. Karena itu adalah kewenangan dari penyidik Polda Metro Jaya,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah ada permintaan maaf dari Eggi dan Damai dalam pertemuan tersebut, Jokowi enggan menjawab secara tegas. “Menurut saya, ada atau tidak (permintaan maaf) itu tidak perlu diperdebatkan. Karena menurut saya niat baik silaturahmi harus saya hormati dan saya hargai,” pungkasnya.

Advertisement