Berita

Saksi Ungkap Kondisi Syauqi, Korban Selamat Sekeluarga Tewas di Jakut: Pandangan Kosong

Advertisement

Tiga orang dalam satu keluarga ditemukan tewas di sebuah rumah di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saksi mata, Aryuni Wulan Febri (51), mengungkapkan bahwa salah satu korban selamat, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), ditemukan dalam kondisi sadar namun pandangannya kosong.

Kronologi Penemuan Korban

Jasad ketiga korban, Siti Solihah (50), anak pertamanya Afiah Al Adilah Jamaludin (28), dan anak keempatnya Adnan Al Abrar Jamaludin (14), ditemukan oleh anak kedua korban, Khadafi, pada Jumat (2/1/2026) pagi sepulang bekerja. Sementara itu, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), anak ketiga, ditemukan selamat dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Wulan menceritakan saat pertama kali melihat Syauqi, ia berada di dekat kamar mandi. “Iya, berdiri kan gitu. Saya tanya, ‘Ini Ibu kenapa?’, ‘Nggak tahu’ katanya gitu. Kayak gimana ya, kayak pandangannya kosong, kayak bingung gitu-lah. Di belakang. Keluar dari belakang, keluar dari kamar mandi kayaknya sih,” ujar Wulan.

Ia juga melihat tubuh Syauqi melepuh saat tim medis membawanya keluar. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan keracunan.

Reaksi Keluarga dan Kondisi Rumah

Menurut Wulan, Khadafi, anak kedua korban, histeris saat menemukan jasad ibu dan saudara-saudaranya. Ia bahkan sempat berteriak ingin mengakhiri hidupnya karena merasa tidak memiliki siapa-siapa lagi.

“Pak RT nunggu ambulans sama kepolisian kan, itu Syauqi masih di dalam duduk. Kalau Khadafi-nya kan histeris terus, histeris, aku pengin bunuh diri, nggak punya siapa-siapa lagi gitu. Kita kan ikut sedih juga kan, kalau Syauqi duduk diam aja. Nah, pas medis datang, itu baru diangkat keluar dah pingsan atau apa nggak ngerti saya,” tutur Wulan.

Wulan menambahkan bahwa kondisi rumah korban tidak berantakan saat penemuan jenazah. Ia juga tidak mencium bau menyengat, namun mulut korban ditemukan berbusa.

Advertisement

“Kalau melepuhnya juga saya nggak begitu perhatikan. Saya perhatikan pokoknya berbusa karena kan teriaknya kan keracunan. Mas Khadafi-nya bilang, ‘Ibu saya keracunan’ gitu. Jadi udah berbusa semua ya, udah nggak bergerak kan, jadinya kan saya takut,” jelas Wulan.

Setelah melihat kondisi tersebut, Wulan segera keluar rumah dan menghubungi Ketua RT yang tak lama kemudian datang dan menghubungi ambulans serta kepolisian.

Proses Autopsi dan Hasil Toksikologi

Jenazah ketiga korban telah dimakamkan pada hari Sabtu (3/1/2026) di TPU Rorotan, Jakarta Utara. Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen dr Prima Heru, menyatakan bahwa proses autopsi terhadap ketiga jenazah telah selesai dilakukan dan diserahkan kepada keluarga.

“Jenazah sudah diautopsi dan sudah diserahkan keluarganya,” ujar Brigjen dr Prima Heru saat dikonfirmasi.

Pihak RS Polri masih menunggu hasil tes toksikologi untuk memastikan penyebab pasti kematian ketiga korban, apakah benar karena racun atau faktor lain.

“Untuk hasil (penyebab indikasi racun) nunggu hasil toksikologi,” terang Prima.

Advertisement