Pandeglang, Banten – Banjir yang melanda Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, telah berlangsung selama sepekan dan merendam 422 rumah warga. Kondisi ini menyebabkan kerusakan signifikan, dengan tujuh rumah dilaporkan ambruk.
Kerusakan Rumah dan Kerugian Materi
Kepala Desa Idaman, Ilman, menyatakan bahwa tujuh rumah mengalami kerusakan parah, di antaranya enam rumah di Kampung Tajur dan satu rumah di Kampung Karang Tengah. “Rumah yang ancur ada 7 rumah, diantaranya Kampung Tajur 6 rumah, Karang Tengah 1 rumah,” ujar Ilman pada Sabtu (17/1/2026).
Menurut Ilman, banjir yang disertai angin kencang menjadi penyebab utama ambruknya bangunan. Kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah per rumah. Pihak desa berencana melaporkan kejadian ini ke pemerintah kecamatan untuk mendapatkan penanganan dan bantuan pembangunan bagi warga yang terdampak.
“Kedepannya kami dari pihak desa mengusulkan ke kecamatan untuk ditindaklanjuti,” tambah Ilman.
Kesulitan Air Bersih dan Logistik
Banjir yang tak kunjung surut juga menimbulkan masalah kelangkaan logistik dan air bersih bagi warga. Iyat, salah seorang warga, menceritakan dinding rumahnya ambruk karena tidak kuat menahan derasnya air, diperparah dengan kondisi dinding yang sudah retak.
“Dindingnya ambruk,” kata Iyat.
Selama sepekan terendam banjir, stok pangan warga mulai menipis. Iyat mengaku terpaksa memasak air hujan untuk dikonsumsi karena air sumur menjadi keruh dan tidak layak pakai. “Untuk air minumnya saya masak air hujan, karena air sumur nggak bisa dipasak,” tuturnya.
Warga lain, Sakib, mengalami nasib serupa. Rumahnya juga ambruk setelah diterjang banjir pada Minggu (11/1). “Batanya lembab karena terendam banjir, nggak kuat menahan, udah retak-retak, langsung ambruk,” jelas Sakib.
Hingga kini, puing-puing reruntuhan rumah Sakib belum dapat dibersihkan karena kawasan tersebut masih tergenang air. “Belum dibongkar masih calebrik (becek),” katanya.






