Berita

Pemkot Depok Alokasikan Rp 80 Miliar untuk Pembebasan Lahan Underpass Citayam

Advertisement

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 80 miliar yang dialokasikan khusus untuk pembebasan lahan dalam rangka pembangunan underpass di perlintasan sebidang kereta api (KA) Citayam. Proyek strategis ini ditargetkan mulai pembangunannya pada tahun 2027.

Anggaran dan Kerja Sama Antar Daerah

Wali Kota Depok, Supian Suri, menyatakan kesiapan anggaran tersebut. “Kita alokasikan anggaran Rp 80 miliar untuk pembebasan lahan underpass Citayam,” ujar Supian Suri seperti dikutip dari situs resmi Pemkot Depok pada Minggu, 1 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa percepatan realisasi proyek ini memerlukan sinergi kuat dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. “Kabupaten Bogor juga sudah komitmen mengalokasikan anggaran dengan jumlah yang relatif sama, jadi underpass itu adalah kerja sama kita berdua untuk pembebasan lahannya,” jelasnya.

Harapan Pembangunan Fisik dan Solusi Kemacetan

Supian Suri berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera merealisasikan pembangunan fisik underpass tersebut pada tahun 2027. Proyek ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk mengatasi kemacetan parah yang kerap terjadi di area Citayam.

“Insyaallah di 2027 Pemerintah Provinsi Jabar akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fisiknya kurang lebih hampir Rp 200 miliar untuk bisa menyelesaikan kemacetan di Jalan Citayam,” ungkapnya.

Advertisement

Urgensi Underpass Akibat Frekuensi KRL Tinggi

Menurut Supian, pembangunan underpass sangat krusial mengingat tingginya frekuensi perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintas. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya kendaraan yang menggunakan perlintasan sebidang di Jalan Raya Citayam, yang seringkali menyebabkan kemacetan panjang karena harus menunggu KRL melintas.

“Kalau kita runut dari utara per tiga menit KRL lewat, sehingga tidak lagi akan bisa mengurai kemacetan tanpa underpass atau flyover,” tuturnya.

Peningkatan Aksesibilitas dan Kepastian Waktu Tempuh

Pembangunan underpass tidak hanya diharapkan dapat mengurai kemacetan, tetapi juga meningkatkan kepastian waktu tempuh bagi para pengguna jalan. Selain itu, akses bagi kendaraan darurat juga akan lebih mudah tanpa harus terhambat menunggu kereta melintas.

Supian merinci infrastruktur yang sudah ada dan yang masih menjadi prioritas. “Dari utara sudah terfasilitasi dengan Bundaran UI, bergerak ke selatan dikit sudah ada flyover Arif Rahman Hakim, lanjut underpass Dewi Sartika, PR kita tinggal satu di Citayam ini titik jalan utama yang masih melewati jalan kereta,” tutupnya.

Advertisement